Pages

Showing posts with label Adult. Show all posts
Showing posts with label Adult. Show all posts

Sunday, August 24, 2014

[Book Review #25] The Chocolate Touch


Penulis: Laura Florand
Penerbit: Bentang Pustaka, 2014
Penerjemah: Veronica Sri Utami
Tebal: 351 halaman
ISBN: 6027888806
ISBN-13: 9786027888807
Harga buku: Rp 59.000,-
Rate: 4/5

Sungguh. Aku tak habis pikir kenapa Cade, kakak perempuanku harus ikut campur dalam urusan percintaanku? Ditambah lagi Sylvain, tunangannya juga ikut-ikutan melarangku berhubungan dengan Dominique. Alasannya, karena dia adalah seorang pesaing bisnis kafe cokelat. Oh, please….
Ya, ya, ya…. Aku memang kurus, lemah, dan tak berdaya. Sedangkan Dom besar, kokoh, dan kasar. Dia tidak selembut cokelat, melainkan sekasar tukang jagal. Tapi akulah yang lebih mengenal Dom, bukan kalian!
Jadi Cade dan Sylvain, berhentilah mencampuri urusan cintaku! Dan kau Dom, coba tunjukkan kau bisa membuat cokelat bayam untuk kakekku.

***

Jamie Corey, adik perempuan Cade Corey (The Chocolate Thief)  hampir setiap hari menghabiskan waktunya di kafe cokelat milik Domique Richard–salah satu pembuat cokelat paling top di Paris yang juga merupakan pesaing bisnis kafe Sylvain Marquis. 

Setelah kehadiran Jamie yang telah menjadi pelanggan setianya, Dom jadi memiliki kebiasaan baru. Dia selalu melihat Jamie secara diam-diam dan menantinya dari dapur cokelat miliknya yang berada di lantai atas. Tanpa Jamie ketahui, keantusiasannya saat memakan coklat itulah yang berhasil menarik perhatian Dom. Walaupun tubuh Jamie sangat kurus dan terlihat ringkih, tubuhnya dibalut dengan baju kedodoran, tapi Dom selalu menunggu kedatangan wanita itu di kafe miliknya. Satu hari saja Jamie tidak muncul di kafe Dom, lelaki itu langsung kelabakan dan mencarinya di antara lalu lalang di kawasan ramai di Paris.

Monday, August 18, 2014

[Book Review #23] The Chocolate Kiss



Penulis: Laura Florand
Penerjemah: Veronica Sri Utami
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 456 halaman
ISBN: 6027888482
ISBN-13: 9786027888487
Harga: Rp 69.000,-           
Rate: 4/5              

Selamat datang di La Maison des Sorcieres. Kedai teh yang sangat terkenal di pulau Ile Saint-Louis, Paris. Bersama kedua bibi tercinta, di sinilah aku–Magalie Chaudron, tinggal untuk membesarkan kedai yang sangat mengesankan ini. 

Tapi semua kacau ketika Philippe Lyonnais–chef pastry terkenal di Paris, membuka toko cabangnya di dekat kedaiku. Dengan (sok) polosnya, ia tidak tahu bahwa ia telah melanggar teritori dan merebut pelanggan-pelangganku? Dan ditambah lagi lagaknya yang sombong, meremehkan semua resep menu spesial buatanku. Aarrgh .... Mungkin ini saatnya bendera perang kukibarkan.

***

Magalie Chaudron bersama kedua bibinya mengelola sebuah kedai teh kecil bernama La Maison des Sorcieres di Pulau ile Saint-Louis, tepat di jantung kota Paris. Berbeda dengan kedai teh lain, kedai teh Magalie mengusung tema penyihir dan cukup terkenal di kalangan masyarakat. Selain nuansa kedai yang berbeda, masih ada hal lain yang mampu menarik minat karena Magalie dan kedua bibinya selalu merapal “mantra” saat membuat minuman bagi para pelanggannya.

Eiit, tapi mantra yang dirapalkan oleh Magalie dan bibinya sebenarnya adalah doa dan harapan bagi para pelanggan mereka–tergantung karakteristik setiap pelanggan. Kedamaian kedai the La Maison des Sorcieres lenyap seketika saat Philippe Lyonnais muncul.

Sunday, August 17, 2014

[Book Review #22] The Chocolate Thief


Penulis: Laura Florand
Penerjemah: Veronica Sri Utami
Penerbit: Bentang Pustaka, 2013
Tebal: 414 halaman
ISBN: 6027888318
ISBN-13: 9786027888319
Harga: Rp 64.000,-
Rate: 4/5

Paris kota fashion, romantis, dan cokelat.
Namun, tidak untuk wanita Amerika sepertiku. Aku sudah tidak tahan lagi berjalan (sok) anggun dengan highheels ini. Menurutku, Paris juga bukan kota teromantis di dunia. Dan tolong catat, semua itu berawal dari Sylvain Marquis yang dengan sombongnya menolakku untuk bekerja sama.
Oh God! Apa dia tidak mengenaliku? Aku ini Cade Corey, pewaris tahta Corey Chocolate, perusahaan cokelat terbesar di Amerika. Oke, lihat saja... Memangnya hanya dia satu-satunya pembuat cokelat terbaik di dunia ini?!

***

Semua berawal saat Cade Corey–pewaris perusahan cokelat terbesar di Amerika, Corey Inc.–ingin turut berkontribusi untuk perusahan keluarganya  dengan membuat lini cokelat premium Paris. Demi memuluskan niatnya ini, Cade belajar bahasa Perancis sejak di bangku SMA hingga membuatnya fasih. Selain mempelajari bahasa Perancis, Cade juga mempelajari tentang coklat dan mencari tahu siapa saja chocolatier terbaik di dunia. Dan ternyata chocolatier itu berada di Paris, Sylvain Marquis. 

Wednesday, August 06, 2014

[Book Review #15] Love, Curse & Hocus-Pocus


Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Pertama, 2013
Tebal:
416 halaman
ISBN:
978-979-22-8976-3
Rating: 4/5

“And what would you do, if I told you I have no intention to kiss you?”
“Kurasa... aku akan membuatmu mengubah keputusanmu itu.”

Ketika Troy Mardian dan Gadis Parasayu yang saling membenci harus terbangun dalam keadaan bugil dengan memori kabur akan pernikahan mereka, reaksi pertama mereka adalah berteriak histeris. Mereka curiga jika semua keanehan itu berkaitan dengan wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun kantor mereka.

Untunglah mimpi dan realita yang tumpang tindih mempermainkan akal sehat mereka itu segera berakhir, dan membawa mereka kembali ke dunia nyata. Kali ini Troy dan Gadis yakin semua keanehan yang mereka alami itu telah berakhir. Setidaknya demikian, hingga tugas kantor membawa mereka ke negara para Duke dan Duchess, Inggris.

Dalam penerbangan yang melewati turbulensi ekstrem dan nyaris merenggut nyawa, keduanya dipaksa berpikir ulang tentang perasaan masing-masing.

Meskipun mereka saling membenci sejak pandangan pertama, mungkinkah berbagai peristiwa aneh tersebut justru mengubah rasa tidak suka mereka menjadi cinta?

Dan ketika Troy dan Gadis mengira hidup mereka sudah mencapai puncak kebahagiaan tertinggi, nun jauh di sana, sayup-sayup suara gemerencing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius kembali membelah pekatnya malam...

Lalu apa kira-kira yang akan terjadi pada Troy dan Gadis kali ini?

Cring... cring... cring...
Beware!
***

Ada rasa kehilangan yang dirasakan Troy saat ia bangun pagi dan tidak menemukan kehadiran Gadis di sekitarnya. Walaupun mereka terombang-ambing antara dunia nyata dan dunia mimpi, dan dibuat pusing karenanya. Tapi Troy akui jika ia sebenarnya sedikit berharap ‘kejadian aneh’ itu terulang kembali.

Tuesday, August 05, 2014

[Book Review #14] Love, Hate & Hocus-Pocus


Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Pertama, 2008
Tebal:
264 halaman
ISBN:
9789792238006
Rating: 4/5 

Hate at first sight. Itulah definisi yang tepat untuk menggambarkan Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Mereka partner kerja yang dinamis––sedinamis gejolak permusuhan yang terus meletup di antara mereka berdua. 

Menurut Gadis, Troy Mardian adalah contoh sempurna tipe manusia yang tercabut dari akarnya. Jelas-jelas asli Indonesia, kok pakai bertingkah ala bule? Rambut dicokelatin, ngomong bahasa Inggris, barang-barang harus label desainer, dan mati-matian mempertahankan imej metroseksual biar tetap bisa menyandang gelar The Most Eligible Bachelor in Indonesia.  

Sedangkan menurut Troy, Gadis Parasayu (atau Paras Ayu) adalah nama terkonyol yang pernah didengarnya. Di Amerika tempat Troy dibesarkan, nggak ada orangtua yang cukup gila menamai anak mereka dengan Beautiful Face Girl. Narsis sekali! Okelah, wajahnya memang eksotis plus lekuk bodi bak JLo, tapi masa sih suka banget pakai merek lokal? 

Hanya satu persamaan mereka. Sama-sama nggak percaya hocus-pocus, ramal-meramal, paranormal, astrologi, atau apa pun yang berhubungan dengan dunia pernujuman. 

Lalu apa yang terjadi saat mereka terbangun pada suatu Minggu pagi cerah, dan mendapati diri mereka berada di ranjang yang sama dalam kondisi bak Adam dan Hawa saat pertama kali terdepak dari Firdaus––bugil, plus cincin kawin yang melingkari jari manis masing-masing, serta memori samar tentang pernikahan yang mereka lakukan tiga belas hari yang lalu?!
***

Gadis Parasayu yang bekerja di sebuah perusahaan farmasi akhirnya bisa bertemu dengan Troy Mardian–cowok yang punya gelar The Most Eligible Bachelore in Indonesia, yang juga sangat digilai oleh perempuan-perempuan teman sekantornya–saat dia dipindah tugaskan ke kantor pusat di Jakarta.

Monday, July 14, 2014

[Book Review #5] Bellamore: A Beautiful Love to Remember




Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cetakan ketujuh, Juni 2012
Tebal: 264 halaman
ISBN: 978–979–22-2974-5
Rating: 3,5/ 5

Sinopsis:
“But what do you do if you get horny?”
Demi Zeus dan para dewa Yunani lainnya!!! What is it with this man?!!
Pria dihadapanku ini, yang kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak juga punya hubungan darah apa pun denganku, hanya rekan bisnis, tapi ingin tahu apa yang kulakukan jika libidoku sedang naik?!?!?!
He’s got to be kidding me!!!!

Awalnya nama Fabian Ferdinandi bagiku sama artinya dengan kejengkelan tak berujung. Pria Italia itu sangat tahu bagaimana membuat seluruh sarafku menegang cepat dan membuat setiap percakapan kami berakhir dengan kemarahan di pihakku. Namun yang paling menyebalkan adalah, Fabian sangat tahu bagaimana membuatku tampak seperti alien karena di usiaku yang sudah 27 tahun ini, aku memutuskan untuk tetap mempertahankan virginity-ku. Sesuatu yang menurutnya sangat absurd untuk wanita seperti aku.
Setidaknya begitulah. Sampai akhirnya waktu memisahkan dan mempertemukan kami lagi pada suatu pagi yang beku di Time Square. Namun seiring musim berganti di New York, aku pun harus menghadapi kenyataan mengejutkan tentang Fabian. Dan perasaanku sendiri terhadapnya.
***

Review:
Entah sudah keberapa kalinya Lana putus dengan pacarnya karena prinsip yang selalu dipegang olehnya. Lana berprinsip bahwa dia tidak akan ‘bobo bareng’ dengan laki-laki manapun, walaupun pacarnya sendiri, sebelum mereka resmi menikah. Hingga suatu waktu, karena urusan pekerjaannya, Lana bertemu dengan Fabian. Seorang pria Italia yang dengan waktu singkat sudah digilai oleh perempuan-perempuan di kantornya. Bahkan karena keberadaan Fabian yang selalu berkeliaran di dekat Lana, membuat wanita muda itu selalu mendapatkan tatapan menggoda dari seluruh teman sekantornya.