Pages

Showing posts with label IRRC 2014. Show all posts
Showing posts with label IRRC 2014. Show all posts

Thursday, January 01, 2015

[Wrap-Up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2014


Awalnya aku bisa dibilang nekat ikut RC di pertengahan tahun, apalagi masih newbie di dunia perbloggeran , dan aku bersyukur masih diperbolehkan ikut RC ini :D
Targetku itu Going Steady tapi aku belum tahu apakah tercapai atau malah lebih #plak
Sebenarnya banyak buku yang sudah aku baca, tapi karena rasa malas menggelendoti terus aku kadang jadi malas buat ngereview #dikeplak
Dan ini dia buku-buku yang sudah berhasil aku review:

1.        Runaway Ran – Mia Arsjad
2.        Blind Date - aliaZalea
3.        Sunshine Becomes You – Ilana Tan
4.        Celebrity Wedding - aliaZalea
5.        Bellamore: A Beautiful Love to Remember – Karla M. Nashar
6.        Resep Cherry – Primadonna Angela
7.        The Chronicles of Audy – Orizuka
8.        Aerial – Sitta Karina
9.        [STPC] Roma: Con Amore – Robin Wijaya
10.    [STPC]Athena: Eureka! - Erlin Natawiria
11.    [STPC]Melbourne: rewind – Winna Efendi
12.    TheChronicles of Audy: 21 – Orizuka
13.    [STPC]London: Angel – Windry Ramadhina
14.    Love,Hate & Hocus-Pocus – Karla M. Nashar
15.    Love,Curse & Hocus-Pocus – Karla M. Nashar
16.    Summerin Seoul – Ilana Tan
17.    Autumnin Paris – Ilana Tan
18.    Winterin Tokyo – Ilana Tan
19.    Spring in London – Ilana Tan
20.    PaperRomance – Lia Indra Andriana
21.    Interlude- Windry Ramadhina
22.    [STPC]Holland: One Fine Day in Leiden - Feba Sukmana
23.    [STPC]Barcelona Te Amo - Kireina Enno
24.    The Devil in Black Jeans – aliaZalea
25.    Cinta. – Bernard Batubara

Total ada 26 buku yang berhasil aku review sebenernya masih ada beberapa buku yang selesai dibaca, tapi males bikin review hehe
Status aku naik jadi Engaged! Kapan marriednya ya? :p

Terima kasih buat Kak Sulis yang jadi host IRRC :D maaf banget ya kak, aku baru sempet bikin wrap-up nya :(

Thursday, November 13, 2014

[Book Review #30] Cinta. (baca: Cinta dengan Titik)



Penulis: Bernard Batubara
Penerbit: Bukune, cetakan pertama 2013
ISBN: 6022201090
Rating: 4/5 

Mengapa cinta membuaku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?
Ketika telah  membuka hati, aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi. apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja.
Cinta.
Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat ke mana arahnya bermuara.

***

Novel ini bercerita menganai Nessa, gadis yang selalu membenci orang ketiga dalam sebuah hubungan setelah Ibunya meninggalkan Ayah dan dirinya demi laki-laki yang lebih dicintai ibunya. Hal ini  yang membuat Nessa membenci perselingkuhan. Namun akhirnya kini ia terjebak dan menjadi orang ketiga setelah bertemu dengan Demas. Walaupun begitu Nessa tak bisa mengabaikan kenyataan bahwa ia mencintai Demas, lelaki yang telah memiliki tunangan.

[Book Review #29] The Devil in Black Jeans



Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cetakan keempat: Mei 2013
Tebal: 352 halaman
ISBN: 978-979-22-9188-9
Rate: 3,5/5

Blurb
Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.
Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini PA artis yang sok tahu,
super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.
Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.
***
Jo, lelaki yang memiliki nama lengkap Johan Brawijaya ini telah tinggal di Berlin selama sepuluh tahun. Ia kembali ke Indonesia, itu pun karena ia akan menemui jasad ayahnya.  Ayahnya bukanlah tipe orangtua yang hangat, dan Mama lah satu-satunya orang yang ia miliki. Hubungan Jo dengan ayahnya semakin merenggang setelah kematian mamanya, dan keadaan ini tidak semakin membaik saat Jo menginjak dewasa. Ditambah dengan jarak ribuan kilometer yang merentang antara Jo dan ayahnya, membuatnya memiliki alasan untuk saling tidak bertemu. 

Sunday, August 31, 2014

[Book Review #28] Barcelona Te Amo


Penulis: Kireina Enno
Penerbit: Bukune
Tebal: 266 Halaman
ISBN: 602-220-090-3
Rating: 3,5/5

Tadinya, musim panas selalu muram.
Lalu, dia datang dengan senyumnya yang indah.
ketika waktu mendamba detik-detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin ketika menepis uluran tangan dari laki-laki itu.

Kesepian pun menghantamnya.
Sepanjang La Rambla, angin menepi.
Sayap-sayapnya membawa Katya menari di antara pilar-pilar Gothic Quarter yang sunyi.
Membangkitkan rindu kepadanya,
seperti ombak kepada pantai yang menunggu.

Maka, di sinilah Katya berada kini.
Menyambut genggaman tangannya.
Di Place de Catalunya, tempat merpati bercengkerama.
Ketika matahari menyinari Barcelona.
Dia bagai musim panas yang begitu indah.

"Te amo," pelan ucap Katya. Akankah dia dengar?

Te amo siempre,

Kireina Enno

***

Katya, gadis yatim piatu yang diasuh oleh pamannya. Ia dan sepupunya, Sandra, memiliki teman sejak kecil bernama Evan. Mereka selalu bertiga kemana pun mereka pergi. Katya dan Sandra memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Katya yang pendiam dan penurut, sedangkan Sandra yang manja dan tidak bertanggungjawab. Walaupun Katya selalu melindunginya, dan Evan selalu ada untuk mengurus keonaran yang diperbuat oleh Sandra, tapi tetap saja gadis itu merasa iri pada Katya yang lebih disayang oleh semua orang. Karena rasa irinya itulah Sandra selalu berusaha merusak hal apa pun yang disenangi Katya. Apalagi saat Evan lebih memilik Katya daripada dirinya.

[Book Review #27] Holland: One Fine Day in Leiden


Penulis: Feba Sukmana
Penerbit: Bukune
Tebal: 292 halaman
ISBN: 602 – 220 – 116 – 0
Rating: 4/5

Sejak menjejakkan kaki di Bandara Schiphol, Belanda, dan udara dingin menyambutnya, Kara tak lagi merasa asing. Mungkin, karena ia pun telah lama lupa dengan hangat. 

Belasan ribu kilometer dari orang-orang tercinta, ia berharap bisa bersembunyi. Dari masa lalu, luka, dan cinta. Nyatanya, semua itu harus ia temukan lagi dalam kotak tua yang teronggok di sudut kamarnya. Kini, Kara tahu:                                                                                                                                
Ibu yang pergi, Kara yang mencari. Tak ada waktu untuk cinta. 

Namun, kala senja membingkai Leiden dengan jingga yang memerah, Kara masih ingat bisik manis laki-laki bermata pirus itu, “Ik vind je leuk”–aku suka kamu. Juga kecup hangatnya. Rasa takut mengepung Kara, takut jatuh cinta kepada seseorang yang akhirnya akan pergi begitu saja. Dan, meninggalkan perih yang tak tersembuhkan waktu. Seperti Ibu.
 
Aku tidak berada di sini untuk jatuh cinta, ulangnya dalam hati, mengingatkan diri sendiri. 

Di sudut-sudut Leiden, Den Haag, Rotterdam, dan Amsterdam yang menyuguhkan banyak cerita, Kara mempertanyakan masa lalu, harapan, masa depan, juga cinta. Ke manakah ia melangkah, sementara rintik hujan merinai di kanal-kanal dan menghunjam di jantung kota-kota Negeri Kincir Angin yang memesona?
Alles komt goed–Semua akan baik-baik saja, Kara, 

Feba Sukmana
***
Kara Sastrowidjojo, seorang gadis Indonesia yang kuliah di Universitas Leiden, Belanda. Kara tiba saat musim panas sedang berlangsung, ia disambut oleh pemandangan kota Leiden yang indah. Kadang, Kara merasan kepergiannya ke Belanda bukan murni untuk menuntut ilmu, tapi ada alasan lain yang membuat dirinya bertanya-tanya sendiri. Apakah kepergiannya ke Belanda untuk mencari penoreh ruang kosong di hatinya, atau berusaha melarikan diri dari luka yang selama ini mengendap di hatinya. 

Friday, August 29, 2014

[Book Review #26] Interlude: Selalu Ada Jeda Untuk Bahagia

 
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia, Cetakan Pertama, 2014
Tebal: 372 halaman
ISBN (10): 979–780–722–3
Harga: Rp 58.000,-
Rating: 5/5
Hanna,
listen.
Don’t cry, don’t cry.
The world is envy.
You’re too perfect
and she hates it.

Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak.       
      Kemarilah, aku akan menjagamu,  
asalkan kau mau mengulurkan tanganmu.

“Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang, tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang.”             Aku ingat kata-katamu itu, masih terpatri di benakku.

Aku tidak selamanya berengsek. 
 Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi?
Kilat rasa tak percaya dalam matamu, 
 membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri.
Tapi, sungguh, aku mencintaimu, 
 merindukan manis bibirmu.

Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya? 
 Kenapa masih saja senyum retakmu yang kudapati?

Hanna, kau dengarkah suara itu? 
 Hatiku baru saja patah…

***

Hanna, seorang mahasiswa jurnalistik yang kini selalu terlihat gugup dan ketakutan setiap kali bertemu dengan laki-laki. Itu semua karena trauma yang dimilikinya, trauma yang membuatnya selama satu tahun belakangan ini selalu mengunjungi Miss Lorraine–terapis Hanna. 

Akibat kejadian pahit yang dialaminya, Hanna mengambil cuti kuliah selama setahun dan kembali tinggal bersama orangtuanya. Membuatnya semakin menarik diri dari dunia luar, bahkan membuat jarak dengan ibunya. Hanna tidak membenci ibunya, dia hanya tidak tahan menghadapi kekhawatiran ibunya. Karena itu, Hanna memutuskan untuk kembali indekos di tempatnya yang dulu, dan memutuskan untuk kembali masuk kuliah setelah menguatkan hatinya untuk menghadapi teman-teman satu kampusnya.

Sekuat apapun Hanna berusaha menguatkan hatinya selama satu tahun, tapi ia tetap saja merasa takut saat bertemu dengan teman sekampusnya. Hanna tidak tahan dengan tatapan-tapan sinis mereka yang terus bergunjing tentangnya.

Sunday, August 17, 2014

[Book Review #21] Paper Romance

Penulis: Lia Indra Andriana
Penerbit: Penerbit Haru, April 2013
Tebal: 376 hlm
ISBN: 978 – 602 – 7742 – 13 – 0
Rate: 3/5
 

 KEV MIRROW, PENULIS BESTSELLER PULANG KE INDONESIA DAN MENEMUKAN INSPIRASINYA KEMBALI DARI SEORANG WANITA!

To:
Arie@majalahStarIndonesia.com
Mengenai artikel yang Anda tulis, saya ingin meluruskan beberapa hal:
1.    Saya tidak pernah kehilangan ide menulis, saya hanya vakum menulis sementara.
2. Eliana Candra, cewek yang mengaku sebagai pacar saya sebenarnya adalah asisten saya. Namanya saya gunakan sebagai tokoh utama di novel terbaru saya karena saya ingin menghukumnya (saya tidak ingin membahasnya).
3.    Saya masuk ke rumah sakit karena kecelakaan mobil beruntun, bukan karena tidak konsentrasi saat menyetir!
Kev Mirrow membaca ulang email yang hendak ia kirim. Dahinya berkerut, ia berpikir keras. Lalu sambil mendengus ia menghapus semua hasil ketikannya, menggantinya dengan sebaris tulisan:

Terima kasih telah menepati janji Anda mengirimkan hasil wawancara. Tidak ada yang salah, Anda boleh memuatnya di majalah.
Kev Mirrow
***

Eli tidak tahu apakah nasib baik tengah berpihak padanya, atau telah berpaling darinya saat ia bertemu dengan Kev Mirrow, penulis novel best seller yang sedang berusaha menyelesaikan novel terbarunya, dan terpaksa menjadi asisten laki-laki itu.  

Sunday, August 10, 2014

[Book Review #19] Spring in London


Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 240 halaman 
ISBN-13: 978-979-22-5376-4
Rate: 3/5


Gadis itu tidak menyukainya. Kenapa?

Astaga, ia—Danny Jo—adalah orang yang baik. Sungguh! Ia selalu bersikap ramah, sopan dan menyenangkan. Lalu kenapa Naomi Ishida menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video musik ini kalau gadis itu mengacuhkannya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan?

Bagaimanapun juga Danny bukan orang yang gampang menyerah. Ia akan mencoba mendekati Naomi untuk mencari tahu alasan gadis itu memusuhinya.

Tetapi ada dua hal yang tidak diperhitungkan Danny. Yang pertama adalah kemungkinan ia akan jatuh cinta pada Naomi Ishida yang dingin, misterius, dan penuh rahasia itu. Dan yang kedua adalah kemungkinan ia akan menguak rahasia gelap yang bisa menghancurkan mereka berdua dan orang-orang yang mereka sayangi.
***

Jo In Ho yang dikenal sebagai Danny Jo, merupakan model terkenal di Korea dan kini diminta untuk membintangi sebuah video musik Jung Tae Wo, sahabatnya. Dalam pembuatan video musik itu Danny Jo memiliki lawan main yang bernama Naomi Ishida, seorang model terkenal di Jepang. Tempat yang dipilih untuk menjadi lokasi pembuatan video musik itu adalah London. Selama proses pembuatan video musik Danny Jo merasa penasaran karena Naomi selalu menjauhinya. Tanpa Danny Jo ketahui, sebenarnya Naomi memiliki trauma masa lau yang berkaitan dengannya.