Pages

Sunday, December 28, 2014

Santa is Coming!!!!



Akhirnyaaaa setelah penantian panjang #ihiiy
Kadonya sampai juga di rumah!!!

Monday, December 22, 2014

[Book Review #32] Stolen Songbird


Judul: Stolen Songbird
Penulis: Danielle L. Jensen
Penerjemah: Nadya Andwani
Penerbit: Fantasious
Tebal: 496 halaman
Desain Cover: Yhogi Yordan
Penyunting: Mery Riansyah
Proofreading: Lucy Riu


Blurb
Apa troll merasakan hal yang sama dengan manusia? Apa troll mengenal kesedihan, kemarahan, atau kebahagiaan? Bisakah troll mencintai troll lain? Atau apakah batin mereka sedingin batu yang mengubur mereka di bawahnya?

Cecile de Troyes mengira masa depannya ada di panggung-panggung megah di Trianon. Ia yakin kariernya sebagai penyanyi bersuara merdu akan cemerlang begitu ia meninggalkan Goshawk’s Hollow. Namun, hal tak terduga menyergapnya, menyeretnya ke sebuah negeri yang selama ini hanya pernah didengarnya dari dongeng lama. Tak ada mimpi seburuk membuka mata dan menyadari bahwa ia diculik ke sebuah kota yang terkubur di bawah reruntuhan gunung. Kota yang dipenuhi oleh makhluk… troll.

Kaum troll mengira Cecile bisa menjadi salah satu kunci melenyapkan kutukan penyihir yang melingkupi Kota Trollus selama lima abad. Kutukan yang membuat mereka tak mampu keluar dari kungkungan Gunung Terlupakan. Kutukan yang membuatnya terikat dengan pangeran troll angkuh bernama Tristan. Ia pikir hidupnya lebih baik berakhir, sampai ketika ia mulai menyadari rahasia-rahasia terselubung yang ada di kota itu. Ia sadar, jika ia melibatkan diri lebih jauh dengan segala intrik kaum troll, semua tak akan pernah sama lagi. Namun, terkadang, harus ada yang melakukan hal yang tak terbayangkan.

Mampukah Cecile bertahan dan menguak rahasia negeri troll? Kau pikir kau sudah tahu tentang kaum troll? Tunggu sampai kau menyelesaikan petualangan ini.

***

Cecile de Troyes merupakan putri dari seorang penyanyi opera terkenal. Sejak kecil ia tinggal di pedesaan bersama ayah, nenek, serta kedua saudaranya. Namun, setelah Cecil merayakan ulang tahunnya yang ke-16, dia akan dijemput oleh ibunya untuk dijadikan penyanyi terkenal di kota Trianon. Tinggal hitungan jam sebelum Cecile merayakan ulang tahunnya, namun itu semua berbalik menjauh ketika Luc menculik Cecile dan membawanya ke Trollus-kota troll yang terkubur di bawah reruntuhan gunung Terlupakan. Selama di perjalanan menuju Trollus, Luq memperlakukan Cecile dengan sangat kasar bahkan membuat gadis itu hanya mengenakan pakaian dalam. Tak pernah ada yang menyangka jika dibawah reruntuhan gunung Terlupakan terdapat sebuah kota yang selama beratus-ratus tahun tersembunyi karena kutukan penyihir Anushka. 

Thursday, December 04, 2014

[Book Review #31] Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh



Penulis: Dee (Dewi Lestari)
Seri: Supernova #1
Penerbit: Bentang Pustaka, Maret 2012
Tebal: 322 halaman
ISBN: 978 – 602 – 8811 – 72 – 9  
Rating: 4/5

Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Pararel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah cinta terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka merepresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben. Tokoh ketiga, Bintang Jatuh, dihadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas.
Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-Diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.

***

Dhimas dan Ruben adalah dua orang mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Amerika. Dhimas kuliah di Goerge Washinton University sedangkan Ruben di John Hopkins Medical School. Mereka bertemu dalam suatu pesta yang meriah, yang diadakan oleh perkumpulan mahasiswa yang bersekolah di Amrik. Pertemuan mereka dimulai dengan slaing menyudutkan satu sama lain. Bagimana tidak, Dhimas berasal dari kalangan The have, sedangkan Ruben, mahasiswa beasiswa. Tidak biasanya kedua kelompok mahasiswa itu dapat berbaur. Tetapi setelah Ruben mencoba serotonin, mereka menjadi akrab dan membicarakan banyak hal, bahkan Ruben tahu bahwa Dimas adalah seorang gay, dan dia pun mengaku terang-terangan bahwa dia juga seorang gay. Maka, jadilah mereka sepasang kekasih. 

Sepuluh tahun telah berlalu, namun walaupun mereka sepasang kekasih tapi mereka tidak pernah tinggal satu rumah atau pun satu apartement. Setelah annyversary mereka yang ke-10, mereka mulai merealisasikan ikrar yang pernah mereka ucapkan saat pertama kali bertemu. Mereka akan menghasilkan satu masterpiece. Dan akhirnya proses pembutaan karya masterpiece mereka pun dimulai.

Friday, November 21, 2014

Wishlist SS 2014


Wake me up when november end LOL
Halloooo...  Desember sebentar lagi datang dan itu tandanyaaaaa... di BBI sudah mulai!!! Ini pertama kali saya ikut event ini, soalnya saya baru gabung di BBI hehe :P dan Santa, mari kita berteman :D 
Oke, kepada sang Santa yang baik hati.. ini dia wishlist SS milikku >//<


》 Gelombang - dee lestari

》Agus Noor - Cerita Buat Para Kekasih

》Kumpulan cerpen Guy de Maupassant judul Madmoiselle fifi 

》 Amba - Laksmi Pamuntjak
 
》 The Time Keeper by Mitch Albom

 Taraaa!! Itulah wishlist milikku, terserah Santa mau ngasih yang mana 
 Terima kasih sebelumnyaaa :)

Thursday, November 13, 2014

[Book Review #30] Cinta. (baca: Cinta dengan Titik)



Penulis: Bernard Batubara
Penerbit: Bukune, cetakan pertama 2013
ISBN: 6022201090
Rating: 4/5 

Mengapa cinta membuaku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?
Ketika telah  membuka hati, aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi. apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja.
Cinta.
Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat ke mana arahnya bermuara.

***

Novel ini bercerita menganai Nessa, gadis yang selalu membenci orang ketiga dalam sebuah hubungan setelah Ibunya meninggalkan Ayah dan dirinya demi laki-laki yang lebih dicintai ibunya. Hal ini  yang membuat Nessa membenci perselingkuhan. Namun akhirnya kini ia terjebak dan menjadi orang ketiga setelah bertemu dengan Demas. Walaupun begitu Nessa tak bisa mengabaikan kenyataan bahwa ia mencintai Demas, lelaki yang telah memiliki tunangan.

[Book Review #29] The Devil in Black Jeans



Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cetakan keempat: Mei 2013
Tebal: 352 halaman
ISBN: 978-979-22-9188-9
Rate: 3,5/5

Blurb
Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.
Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini PA artis yang sok tahu,
super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.
Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.
***
Jo, lelaki yang memiliki nama lengkap Johan Brawijaya ini telah tinggal di Berlin selama sepuluh tahun. Ia kembali ke Indonesia, itu pun karena ia akan menemui jasad ayahnya.  Ayahnya bukanlah tipe orangtua yang hangat, dan Mama lah satu-satunya orang yang ia miliki. Hubungan Jo dengan ayahnya semakin merenggang setelah kematian mamanya, dan keadaan ini tidak semakin membaik saat Jo menginjak dewasa. Ditambah dengan jarak ribuan kilometer yang merentang antara Jo dan ayahnya, membuatnya memiliki alasan untuk saling tidak bertemu. 

Sunday, August 31, 2014

[Book Review #28] Barcelona Te Amo


Penulis: Kireina Enno
Penerbit: Bukune
Tebal: 266 Halaman
ISBN: 602-220-090-3
Rating: 3,5/5

Tadinya, musim panas selalu muram.
Lalu, dia datang dengan senyumnya yang indah.
ketika waktu mendamba detik-detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin ketika menepis uluran tangan dari laki-laki itu.

Kesepian pun menghantamnya.
Sepanjang La Rambla, angin menepi.
Sayap-sayapnya membawa Katya menari di antara pilar-pilar Gothic Quarter yang sunyi.
Membangkitkan rindu kepadanya,
seperti ombak kepada pantai yang menunggu.

Maka, di sinilah Katya berada kini.
Menyambut genggaman tangannya.
Di Place de Catalunya, tempat merpati bercengkerama.
Ketika matahari menyinari Barcelona.
Dia bagai musim panas yang begitu indah.

"Te amo," pelan ucap Katya. Akankah dia dengar?

Te amo siempre,

Kireina Enno

***

Katya, gadis yatim piatu yang diasuh oleh pamannya. Ia dan sepupunya, Sandra, memiliki teman sejak kecil bernama Evan. Mereka selalu bertiga kemana pun mereka pergi. Katya dan Sandra memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Katya yang pendiam dan penurut, sedangkan Sandra yang manja dan tidak bertanggungjawab. Walaupun Katya selalu melindunginya, dan Evan selalu ada untuk mengurus keonaran yang diperbuat oleh Sandra, tapi tetap saja gadis itu merasa iri pada Katya yang lebih disayang oleh semua orang. Karena rasa irinya itulah Sandra selalu berusaha merusak hal apa pun yang disenangi Katya. Apalagi saat Evan lebih memilik Katya daripada dirinya.

[Book Review #27] Holland: One Fine Day in Leiden


Penulis: Feba Sukmana
Penerbit: Bukune
Tebal: 292 halaman
ISBN: 602 – 220 – 116 – 0
Rating: 4/5

Sejak menjejakkan kaki di Bandara Schiphol, Belanda, dan udara dingin menyambutnya, Kara tak lagi merasa asing. Mungkin, karena ia pun telah lama lupa dengan hangat. 

Belasan ribu kilometer dari orang-orang tercinta, ia berharap bisa bersembunyi. Dari masa lalu, luka, dan cinta. Nyatanya, semua itu harus ia temukan lagi dalam kotak tua yang teronggok di sudut kamarnya. Kini, Kara tahu:                                                                                                                                
Ibu yang pergi, Kara yang mencari. Tak ada waktu untuk cinta. 

Namun, kala senja membingkai Leiden dengan jingga yang memerah, Kara masih ingat bisik manis laki-laki bermata pirus itu, “Ik vind je leuk”–aku suka kamu. Juga kecup hangatnya. Rasa takut mengepung Kara, takut jatuh cinta kepada seseorang yang akhirnya akan pergi begitu saja. Dan, meninggalkan perih yang tak tersembuhkan waktu. Seperti Ibu.
 
Aku tidak berada di sini untuk jatuh cinta, ulangnya dalam hati, mengingatkan diri sendiri. 

Di sudut-sudut Leiden, Den Haag, Rotterdam, dan Amsterdam yang menyuguhkan banyak cerita, Kara mempertanyakan masa lalu, harapan, masa depan, juga cinta. Ke manakah ia melangkah, sementara rintik hujan merinai di kanal-kanal dan menghunjam di jantung kota-kota Negeri Kincir Angin yang memesona?
Alles komt goed–Semua akan baik-baik saja, Kara, 

Feba Sukmana
***
Kara Sastrowidjojo, seorang gadis Indonesia yang kuliah di Universitas Leiden, Belanda. Kara tiba saat musim panas sedang berlangsung, ia disambut oleh pemandangan kota Leiden yang indah. Kadang, Kara merasan kepergiannya ke Belanda bukan murni untuk menuntut ilmu, tapi ada alasan lain yang membuat dirinya bertanya-tanya sendiri. Apakah kepergiannya ke Belanda untuk mencari penoreh ruang kosong di hatinya, atau berusaha melarikan diri dari luka yang selama ini mengendap di hatinya. 

Friday, August 29, 2014

[Book Review #26] Interlude: Selalu Ada Jeda Untuk Bahagia

 
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia, Cetakan Pertama, 2014
Tebal: 372 halaman
ISBN (10): 979–780–722–3
Harga: Rp 58.000,-
Rating: 5/5
Hanna,
listen.
Don’t cry, don’t cry.
The world is envy.
You’re too perfect
and she hates it.

Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak.       
      Kemarilah, aku akan menjagamu,  
asalkan kau mau mengulurkan tanganmu.

“Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang, tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang.”             Aku ingat kata-katamu itu, masih terpatri di benakku.

Aku tidak selamanya berengsek. 
 Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi?
Kilat rasa tak percaya dalam matamu, 
 membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri.
Tapi, sungguh, aku mencintaimu, 
 merindukan manis bibirmu.

Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya? 
 Kenapa masih saja senyum retakmu yang kudapati?

Hanna, kau dengarkah suara itu? 
 Hatiku baru saja patah…

***

Hanna, seorang mahasiswa jurnalistik yang kini selalu terlihat gugup dan ketakutan setiap kali bertemu dengan laki-laki. Itu semua karena trauma yang dimilikinya, trauma yang membuatnya selama satu tahun belakangan ini selalu mengunjungi Miss Lorraine–terapis Hanna. 

Akibat kejadian pahit yang dialaminya, Hanna mengambil cuti kuliah selama setahun dan kembali tinggal bersama orangtuanya. Membuatnya semakin menarik diri dari dunia luar, bahkan membuat jarak dengan ibunya. Hanna tidak membenci ibunya, dia hanya tidak tahan menghadapi kekhawatiran ibunya. Karena itu, Hanna memutuskan untuk kembali indekos di tempatnya yang dulu, dan memutuskan untuk kembali masuk kuliah setelah menguatkan hatinya untuk menghadapi teman-teman satu kampusnya.

Sekuat apapun Hanna berusaha menguatkan hatinya selama satu tahun, tapi ia tetap saja merasa takut saat bertemu dengan teman sekampusnya. Hanna tidak tahan dengan tatapan-tapan sinis mereka yang terus bergunjing tentangnya.

Sunday, August 24, 2014

[Book Review #25] The Chocolate Touch


Penulis: Laura Florand
Penerbit: Bentang Pustaka, 2014
Penerjemah: Veronica Sri Utami
Tebal: 351 halaman
ISBN: 6027888806
ISBN-13: 9786027888807
Harga buku: Rp 59.000,-
Rate: 4/5

Sungguh. Aku tak habis pikir kenapa Cade, kakak perempuanku harus ikut campur dalam urusan percintaanku? Ditambah lagi Sylvain, tunangannya juga ikut-ikutan melarangku berhubungan dengan Dominique. Alasannya, karena dia adalah seorang pesaing bisnis kafe cokelat. Oh, please….
Ya, ya, ya…. Aku memang kurus, lemah, dan tak berdaya. Sedangkan Dom besar, kokoh, dan kasar. Dia tidak selembut cokelat, melainkan sekasar tukang jagal. Tapi akulah yang lebih mengenal Dom, bukan kalian!
Jadi Cade dan Sylvain, berhentilah mencampuri urusan cintaku! Dan kau Dom, coba tunjukkan kau bisa membuat cokelat bayam untuk kakekku.

***

Jamie Corey, adik perempuan Cade Corey (The Chocolate Thief)  hampir setiap hari menghabiskan waktunya di kafe cokelat milik Domique Richard–salah satu pembuat cokelat paling top di Paris yang juga merupakan pesaing bisnis kafe Sylvain Marquis. 

Setelah kehadiran Jamie yang telah menjadi pelanggan setianya, Dom jadi memiliki kebiasaan baru. Dia selalu melihat Jamie secara diam-diam dan menantinya dari dapur cokelat miliknya yang berada di lantai atas. Tanpa Jamie ketahui, keantusiasannya saat memakan coklat itulah yang berhasil menarik perhatian Dom. Walaupun tubuh Jamie sangat kurus dan terlihat ringkih, tubuhnya dibalut dengan baju kedodoran, tapi Dom selalu menunggu kedatangan wanita itu di kafe miliknya. Satu hari saja Jamie tidak muncul di kafe Dom, lelaki itu langsung kelabakan dan mencarinya di antara lalu lalang di kawasan ramai di Paris.

Saturday, August 23, 2014

Review Komik Golongan Darah: Simple Thinking about Blood Type 2


Judul: Simple Thinking about Blood Type 2
Penulis: Park Dong Sun
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: komik, pengembangan diri
Kategori: non fiksi, webtoon
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 308 halaman
Harga: Rp. 63.000
Terbit : Juli 2014
ISBN: 978 – 602 – 7742 – 32 – 1
Rate: 5/5

Blurb:
Pernahkah kamu merasa tidak diperhatikan oleh orang lain? Pernahkah kamu mendapat luka dari perkataan teman baikmu?
Itu semua karena setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak ada salahnya kita  mencoba mengerti apa yang dirasakan oleh teman dekat ataupun orang lain yang belum kita kenal.
Nah, di komik Simple Thinking about Blood Type 2 ini, kamu akan menemukan bermacam-macam cerita terbaru dan sifat-sifat unik berdasarkan golongan darah.
Semoga komik ini bisa membantumu mencari jawaban yang selama ini dicari, ya. Semoga kamu juga dapat tersenyum saat membacanya. 

***

Bulan Juli datang dan itu artinya lanjutan komik Simple Thinking about Blood Type 1 sudah terbit!!! Yup, yup… komik Simple Thinking about Blood Type 2 kini sudah diterbitkan oleh Penerbit Haru. Buku besutan Park Dong Sun ini tetap sama seperti seri pertamanya yang mengusung komik golongan darah.

Sama seperti seri pertama, komik seri ke-2 ini tetap mampu membuat saya terbahak. Jika dibandingkan dengan komik golongan darah seri pertama, saya rasa isi komik seri ke-2 ini lebih padat. Semuanya diceritakan dalam beberapa bagian, mengingatkan saya pada fase kehidupan. Dimulai saat TK, sekolah, bahkan bekerja. Selain itu, seri ke-2 ini juga mengupas tentang kehidupan pribadi setiap golongan darah.

Monday, August 18, 2014

[Book Review #23] The Chocolate Kiss



Penulis: Laura Florand
Penerjemah: Veronica Sri Utami
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 456 halaman
ISBN: 6027888482
ISBN-13: 9786027888487
Harga: Rp 69.000,-           
Rate: 4/5              

Selamat datang di La Maison des Sorcieres. Kedai teh yang sangat terkenal di pulau Ile Saint-Louis, Paris. Bersama kedua bibi tercinta, di sinilah aku–Magalie Chaudron, tinggal untuk membesarkan kedai yang sangat mengesankan ini. 

Tapi semua kacau ketika Philippe Lyonnais–chef pastry terkenal di Paris, membuka toko cabangnya di dekat kedaiku. Dengan (sok) polosnya, ia tidak tahu bahwa ia telah melanggar teritori dan merebut pelanggan-pelangganku? Dan ditambah lagi lagaknya yang sombong, meremehkan semua resep menu spesial buatanku. Aarrgh .... Mungkin ini saatnya bendera perang kukibarkan.

***

Magalie Chaudron bersama kedua bibinya mengelola sebuah kedai teh kecil bernama La Maison des Sorcieres di Pulau ile Saint-Louis, tepat di jantung kota Paris. Berbeda dengan kedai teh lain, kedai teh Magalie mengusung tema penyihir dan cukup terkenal di kalangan masyarakat. Selain nuansa kedai yang berbeda, masih ada hal lain yang mampu menarik minat karena Magalie dan kedua bibinya selalu merapal “mantra” saat membuat minuman bagi para pelanggannya.

Eiit, tapi mantra yang dirapalkan oleh Magalie dan bibinya sebenarnya adalah doa dan harapan bagi para pelanggan mereka–tergantung karakteristik setiap pelanggan. Kedamaian kedai the La Maison des Sorcieres lenyap seketika saat Philippe Lyonnais muncul.

Sunday, August 17, 2014

[Book Review #22] The Chocolate Thief


Penulis: Laura Florand
Penerjemah: Veronica Sri Utami
Penerbit: Bentang Pustaka, 2013
Tebal: 414 halaman
ISBN: 6027888318
ISBN-13: 9786027888319
Harga: Rp 64.000,-
Rate: 4/5

Paris kota fashion, romantis, dan cokelat.
Namun, tidak untuk wanita Amerika sepertiku. Aku sudah tidak tahan lagi berjalan (sok) anggun dengan highheels ini. Menurutku, Paris juga bukan kota teromantis di dunia. Dan tolong catat, semua itu berawal dari Sylvain Marquis yang dengan sombongnya menolakku untuk bekerja sama.
Oh God! Apa dia tidak mengenaliku? Aku ini Cade Corey, pewaris tahta Corey Chocolate, perusahaan cokelat terbesar di Amerika. Oke, lihat saja... Memangnya hanya dia satu-satunya pembuat cokelat terbaik di dunia ini?!

***

Semua berawal saat Cade Corey–pewaris perusahan cokelat terbesar di Amerika, Corey Inc.–ingin turut berkontribusi untuk perusahan keluarganya  dengan membuat lini cokelat premium Paris. Demi memuluskan niatnya ini, Cade belajar bahasa Perancis sejak di bangku SMA hingga membuatnya fasih. Selain mempelajari bahasa Perancis, Cade juga mempelajari tentang coklat dan mencari tahu siapa saja chocolatier terbaik di dunia. Dan ternyata chocolatier itu berada di Paris, Sylvain Marquis.