Pages

Wednesday, July 16, 2014

[Book Review #8] Aerial


Penulis: Sitta Karina
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Pertama, Januari 2009
Tebal: 319 halaman
ISBN: 978-979-22-4311-6
Rating: 3/5                         

“Kamu familiar. Bau darahmu familiar.”
“Aku sama sekali tidak mengenalmu.”
“Kamu tahu siapa aku, Putri.”
Sadira si Putri Matahari dan Hassya sang Pangeran Kegelapan merupakan musuh bebuyutan dari dua negeri yang saling bertolak belakang; yang satu menjadikan matahari sebagai sumber hidupnya, satu lagi akan terbakar apabila terpapar langsung oleh sinarnya. Awalnya Sadira berpikir klan Kegelapan adalah sekumpulan monster sampai tanpa sengaja ia diselamatkan oleh Hassya yang berkulit pucat, tampan, dingin, seenaknya sendiri, namun memiliki sorot mata yang jujur.
Menurut ramalan kuno, apabila mereka bersatu maka kedua bangsa tersebut akan menghadapi kehancuran. Namun Hassya bertekad akan melawan apa pun yang menghalangi mereka dan menjadi pelindung bagi Sadira.
Untuk mencegah kehancuran tersebut, Antya, adik Sadira, dan Linc, si kuda terbang putih, berusaha memanggil penolong dari dunia lain–Laskar dan sashika, pelajar SMU Surya Ilmu–dunia yang hutannya tidak seindah di negeri mereka serta dipenuhi bangunan pencakar langit.
Dunia yang akan mendukung cinta Sadira dan Hassya sepenuhnya.
***

Aerial, sebuah daratan yang memisahkan dua negeri, Negeri Kegelapan dan Negeri Cahaya. Kedua negeri itu sudah ditakdirkan untuk bermusuhan, ditambah dengan kondisi yang berbeda satu sama lain. Negeri Cahaya sangat makmur dengan sinar hangat matahari sepanjang tahun. Membuat wajah rakyatnya dipenuhi senyuman. Sangat berbeda sekali dengan Negeri Kegelapan. 


Rakyat Negeri Kegelapan sama sekali tidak pernah merasakan hangatnya sinar matahari sedikit pun. Bahkan, kulit mereka akan langsung melepuh jika terpapar sinar matahari. Hingga membuat perselisihan untuk memperebutkan kekuasaan semakin tidak terelakkan. 

Segalanya berubah saat Putri Negeri Cahaya, Sadira, memiliki jiwa petualang. Sadira mengunjungi Aerial yang merupakan tanah terkutuk sendirian. Dia tidak mengerti kenapa Aerial dianggap terkutuk, padahal tempat itu sangat indah. Kedatangan Sadira ke Aerial membuatnya tidak sengaja bertemu dengan Hassya, pangeran Negeri Kegelapan. Dengan kemampuan yang dimiliki semua orang dari Negeri Kegelapan, Hassya mampu mengendus bau darah orang dari Negeri Cahaya, darah Sadira. Membuatnya ingin menghisap darah itu.

Sadira akhirnya mengenal Hassya saat laki-laki itu menolongnya dari bahaya. Membuat mereka semakin dekat dan menyukai satu sama lain. Mereka ingin menyatukan kembali Negeri Matahari dan Negeri Kegelapan yang konon dulu pernah bersatu. Apalagi kakak Hassya ternyata diam-diam memiliki hubungan rahasia dengan gadis Negeri Cahaya. Tapi menurut ramalan kuno, apabila mereka bersatu maka kedua bangsa tersebut akan menghadapi kehancuran. Namun keinginan mereka memang sulit untuk direalisasikan karena keingin mereka ditentang oleh negeri masing-masing, dan semakin sulit saat orang-orang terdekat mereka juga berusaha menggagalkannya. Membuat krisis kepercayaan terjadi di antara mereka,  krisis untuk menentukan apakah seseorang itu teman atau lawan.
***

Ini merupakan kedua kalinya saya membaca buku karya Sitta Karina, setelah saya dulu–beberapa tahun yang lalu–pernah membaca Lukisan Hujan. Siapa yang tak mengenal Sitta Karina dengan keluarga Hanafi-nya, dan di buku Aerial ini Sitta Karina mengangkat genre fantasi. 

Saya suka dengan cara bagaimana Sitta Karina mampu menggambarkan tentang Aerial, Negeri Kegelapan dan Negeri Cahaya. Saya suka dengan alurnya, tapi pada bagian akhir cerita saya rasa kurang greget. Apalagi dengan kehadiran Laskar dan Sashika yang menurut saya kurang dieksplor lebih jauh, sehingga terasa seperti tempelan saja. Sehingga saya sempat berpikir, “Hah? buat apaan mereka? Ngapain?”. Adanya penggunaan bahasa-bahasa asing  pada buku ini menambah kesan fantasinya. Tapi yang sayangkan, saya merasa bahwa unsur tentang penggambaran petualangannya kurang digambarkan dengan jelas. Sehingga saya tidak merasa ikut ‘hadir’ dalam cerita ini.  

Ini buku berbau fantasi karya penulis dalam negeri yang pertama kali saya baca, dan ini cukup menghibur untuk remaja-remaja yang suka berfantasi :D


Diikutkan dalam:
- IRRC 2014
- Young Adult Reading Challange 2014

No comments:

Post a Comment